Langsung ke konten utama

Tentang Aku

  MY BIOGRAFI






Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hai, Tak kenal maka tak sayang bukan?
Oleh karena itu, perkenalkan nama saya Samrotul Mawaddah atau biasa dipanggil Samrotul oleh orang-orang disekitar saya. Saya lahir di Jepara, 04 Januari 2002. Saya tinggal di Klaten dan saya memiliki hobi mendengarkan musik. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara, buah dari pasangan Ashari dan Nur Safi'ah. Sejak kecil, orang tua saya selalu mengajari saya untuk selalu taat beribadah, selalu jujur, dan berbuat baik kepada setiap orang.

Ketika berumur 7 tahun, saya mulai bersekolah di MI Jimbung dekat rumah saya, kemudian setelah lulus saya melanjutkan ke Pondok Pesantren Al Imdad Bantul Yogyakarta selama 6 tahun hingga SMA dan kemudian lulus di tahun 2020 ini.

Sebenarnya, sejak saya menginjak kelas 4 SD, saya sudah menyukai pelajaran bahasa Arab, hingga kemudian pada saat saya kelas VIII SMP, saya mulai memberanikan diri untuk mengikuti lomba-lomba pidato yang diadakan pondok pesantren. Kemudian saya memenangkannya. Hingga kemudian saya SMA, saya diajukan pihak pondok pesantren untuk mengikuti lomba pidato bahasa Arab tingkat kabupaten Bantul selama 3 tahun berturut-turut, dan Alhamdulillah juga dapat memenangkannya selama 3 tahun berturut-turut.

Saya juga aktif sebagai Wakil ketua OSIS di sekolah saya saat SMA, mengikuti jurnalistik di Sekolah, juga mengikuti event-event seminar, lomba cerdas tangkas antar kabupaten, dipercaya menjadi pengurus pondok pesantren menjadi divisi keamanan.

Saat ini saya telah diterima di IAIN Surakarta prodi Pendidikan Bahasa Arab, alasan saya memilih prodi bahasa Arab yaitu karena bahasa Arab merupakan bahasa Al Qur'an yg diturunkan oleh Allah SWT sehingga dari itu harapan saya bisa mudah untuk memahami kemudian mengamalkan isinya. 

Tak hanya itu, harapan saya memilih Prodi Pendidikan Bahasa Arab yaitu saya ingin mengembangkan passion yang saya minati dari dulu agar saya bisa mengabdikan diri untuk menjadi pengajar bahasa Arab. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh





                                 Klaten, 29 September 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Tentang Iman,Kufur,Syirik, dan Nifaq

Konsep tentang Iman, Kufur, Syirik, dan Nifaq Pada dasarnya, kita sebagai umat islam harus mempunyai dua dimensi yaitu berupa aqidah keyakinan dan sesuatu yang diamalkan atau amaliyah,karna sejatinya amal perbuatan tersebut merupakan sebuah implementasi. Keimanan dalam islam merupakan pondasi yang diatasnya berdiri syariat-syariat islam. Keimanan kepada Allah harus terus dipupuk agar semakin kokoh dan kuat, karena ketika iman kita goyah akan menyeret kita pada kekufuran.  Sedangkan Kekufuran apabila tertanam dalam jiwa kita akan menjerumuskan kepada perbuatan yang menyimpang yaitu syirik dan nifaq. Kufur dan nifaq termasuk salah satu yang membatalkan tauhid seseorang dan mengurangi kesempurnaan iman seseorang. Oleh karena itu, mari kita usik kembali mengenai iman, kufur, syirik, nifaq. Berikut penjelasannya 1. IMAN Kata iman secara bahasa berasal dari bahasa arab yang berarti percaya. Dalam Al-Quran kata iman selalu dikaitkan dengan perbuatan baik dan melaksanakan hukum islam,...

Mengenal Lebih Dalam Tentang Tauhid

Apa itu Tauhid? Mengenal tauhid merupakan hal yang paling urgen dalam Agama Islam. Tauhid mengambil peran penting dalam membentuk pribadi-pribadi tangguh, juga sebagai inti Aqidah Islamiyah. Kalimat tauhid atau yang lebih dikenal dengan kalimat syahadat begitu masyhur dikalangan umat Islam. Seorang muslim selalu melafalkan kalimat itu dalam keseharian paling tidak dalam sholat lima waktu. Namun, semakin kemari semakin banyak penyimpangan yang terjadi di kalangan umat Islam. Lambat laun akan menyadarkan kita bahwa pentingnya peran agama Islam yang tidak hanya menurus ukhrawi saja, namun juga dalam urusan duniawi. Oleh karena itu, mari kita telusuri secara mendalam mengenai tauhid. Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita...